Sabtu, 12 Agustus 2017

Potensi Desa Tambin, Potensi Unggulan Negeri

Di setiap desa memiliki potensi yang berbeda  begitupun Potensi  yang ada di Desa Tambin kususnya dalam sektor pertanian, pertanian di desa tambin, kecamatan Tragah, kabupaten Bangkalan,  memiliki potensi yang cukup besar untuk di kembangkan, seperti kacang, jagung, singkong, dan labu dan masih banyak potensi lainnya kususnya dalam sektor pertanian namun meskipun potensi yang di miliki cukup besar usaha dalam bidang pertanian masih di bilang kurang diminati oleh masyarakat desa tambin. Di karenakan masyarakat tambin lebih memilih merantau bekerja di luar kota di bandingkan bertani, luasnya lahan pertanian yang ada membuktikan bahwa usaha dalam bidang pertanian di desa tambin dapat di kembangkan, karena selama ini lahan tersebut masih belum optimal dalam pemanfaatannya. Lokasi yang berada di ketinggian 700-1300 mdpl, mebuat hasil pertanian sangat berpotensi untuk di kembangkan di desa tambin. Selama ini, hasil pertanian di desa tambin hanya sekedar di jual dalam bentuk mentah.

Desa Tambin dengan Pesona Pertaniannya

Komoditas utama pertanian di Desa Tambin, Kecamatan Tragah ini adalah tanaman jagung. Selain jagung terdapat komoditas lain seperti kacang tanah, singkong, dan labu. Kondisi lahan yang ada di Desa tambin di dominasi oleh lahan yang agak kering, yaitu ladang. Bentuk ladang di wilayah ini tidak rata atau berlereng di karenakan wilayah terletak  di lereng gunung. Kepemiliikan lahan di daerah ini sepenuhya di miliki oleh masyarakat tambin. Secara keseluruhan, teknologi yng di gunakan di wilayah ini masih tradisional. Di beberapa dusun masih bisa terlihat pemakaian sapi untuk membajak, sedangkan untuk keperluan penanaman benih, pupuk dan pasca panen masih menggunakan tangan ( manual ). Pertanian di desa tambin masih mengadopsi pertanian multikultur  dimana satu lahan di pakai lebih dari satu komuditi namun itu semua tergantung pada musim hujan dan musim kemarau. Kemudian sistem pengendalian hama dan penyakit masih menggunakan cara konvensional yaitu dengan pemakaian perstisida. Jika cara seperti ini terus di terapkan, maka akan berdampak pada kesehatan tanah dan kesehatan produk pertanian yang di hasilkan. Dengan kata lain desa tambin belum menerapkan sistem pengendalian hama terpadu dimana sistem ini sangat memperhatikan kesehtan ekonologi lingkungan. Sistem irigasi ( pengairan ) di desa tambin sebagian dusun masih mengandalkan air hujan namun di sebagian dusun juga sudah terlihat saluran irigasi berbentuk pipa paralon yang airnya di ambil dari desa sebelah.

Mengenal Ekonomi Desa Tambin

Salah satu sasaran yang yang hendak dicapai oleh setiap negara adalah menyejahterakan rakyat kususnya dalam pertumbuhan ekonomi, begitu pula dengan tujuan pembangunan nasional negara kita. Hal ini berarti bahwa pembangunan ekonomi diarahkan pendabagunaan sumber daya alam dan sumber daya manusia sehingga menghasilkan produksi yang dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat. Dengan meggunakan cara dan pola yang tepat dalam kegiatan ekonomi tentunya akan lebih mempermudah rakyat untuk mencapai suatu titik kesejahteraan. Pola-pola dan pengetahuan ekonomi rakyat muncul bersamaan dengan pengalaman seseorang dalam berkegiatan ekonomi yang tanpa didasari pengetahuan secara akademik mengenai ilmu ekonomi.
Pembangunan ekonomi pedesaan tidaklah akan terlepas dari masalah dengan cara mereka bercocok tanam, ketenagakerjaan, dan pendapatan petani. Apalagi sama kita ketahui bahwasanya perekonomian masyarakat pedesaan masih mengandalkan sektor pertanian. Sudahlah pasti tanah atau lahan sangat penting bagi masyarakat dalam menjalankan roda perekonomiannya. Lalu selanjutnya bagaimana dengan masyarakat desa yang tidak memiliki lahan? Apakah dia tidak bisa menjalankan pertanian dan tidak berpenghasilan? Tentunya tidak seperti itu, biasanya masyarakat pedesaan yang tidak memiliki lahan untuk pertanian sebagian besar diantaranya masih bekerja di sektor pertanian juga, namun sebatas buruh tani atau bekerja di lahan milik orang lain. Lalu bagaimana sebagian lainnya yang tidak berkerja di sektor pertanian? Dalam mencukupi kebutuhan ekonomi masyarakat pedesaan ada yang bekerja di sektor perdagangan, dan lain-lain.
Semakin tinggi pendidikan bagi anak muda pedesaan maka semakin berkuranglah yang bekerja di sektor pertanian. Hal ini dikarenakan bahwa sebagian besar para pemuda desa yang telah menyelesaikan pendidikannya enggan unruk bekerja di sektor pertanian. Mereka lebih memilih untuk bekerja di luar sektor pertanian di desa ataupun para pemuda desa tersebut memilih mengadu nasibnya ke kota-kota besar. Sumber daya ketenagakerjaan yang menyebar ini bisa saja tidak terjadi apabila di desa asal mereka terdapat wadah pekerjaan yang memadai untuk menampung semua potensi tenaga kerja. Bagi mereka yang orang tuanya memilik lahan yang luas, maka kemungkinan terbesar adalah anak-anaknya tidask mungkin pergi ke kota-kota besar untuk sekedar mencari penghidupan lain di luar sektor pertanian, dia hanya tinggal mengolah dan meneruskan lahan atau tanah yang dimiliki orang tuanya. Memang sungguh sangat berbeda dengan pemuda yang orang tuanya tidak memiliki lahan yang luas. Sungguh dilematis memang bila melihat penguasaan tanah di pedesaan yang sangat bertimpang dalam kepemilikan lahan pertanian. Lahan di suatu desa biasanya di kuasai oleh sebagian kelompok saja bahkan di kuasai oleh suatu keluarga secara turun-temurun.
Desa Tambin sendiri memiliki tingkat perekonomian yang tergolong menengah ke bawah, karena rata-rata mata pencaharian masyarakatnya adalah sebagai petani. Selain itu, sebagian besar pemuda Tambin juga lebih memilih untuk bekerja di luar kota karena enggan untuk mengolah lahan pertanian.

Seputar Desa Tambin

KEPENDUDUKAN DAN KETENAGA KERJAAN

Desa tambin memiliki jumlah penduduk yang cukup tinggi  berdasarkan data bps tahun 2016 dengan data sebagai berikut:

Kepala Tumah Tangga
: 364

Penduduk
: 2.777

Dengan matapencarian sebagai buruh tani, petani, dan merantau ke luar kota, namun ada pula yang berprofesi sebgai guru dan lain sebagainya, masyarakat tambin sendiri jarang melakukan migrasi secara tetap, banyak dari mereka pergi keluarkota hanya mencari pekerjaan (tidak menetap) sehingga keadaan penduduk berkurang jumlahnya namun masih berstatuskan sebagai warga desa Tampin, dan apabila hari raya tiba seluruh keadaan di desa tabin dapat di katakan lengkap kerena masyarakat yang merantau pulang kampung semua.

PERUMAHAN DAN LINGKUNGAN HIDUP

Keadaan lingkungan di desa Tampin dapat di katakan masih alami karena kondisi lingkungan yang adapat di katakan bersih dan masih terjaga kealamiannya, kususnya lingkungan permukiman warga (perumhan). Bangunan perumahan di Desa Tambin rata-rata sudah bertembok, namun tidak sedikit pula bangunan yang ada di desa tersebut terbuat dari anyaman bambu. Letak kamar mandi dan dapur juga terpisah dari bangunan rumah. Selain itu, banyaknya luas lahan yang ada di desa tersebut banyak perumahan warga yang jaraknya cukup berjauhan. Namun masih ada juga beberapa dusun yang letak antar rumah warganya terbilang dekat, Dusun Potembhuk misalnya. Adapun lingkungan masyarakat di desa Tambin dari segi kebersihan lingkungan dapat dikatakan cukup bersih karena lahan yang tersedia cukup banyak dan banyaknya pepohonan hijau yang dapat menetralisir keadaan suhu panas di desa tersebut, serta minimnya masyarakat dalam menggunakan limbah kimia sehingga kondisi lingkungan desa Tambin tersebut masih asri. 

BENCANA ALAM

Menurut keterangan masyarakat setempat tidak ada bencana yang cukup serius yang dialami oleh warga hanya saja ada beberapa kendala yang sering terjadi di setiap tahunnya dan hal tersebut sudah menjadi rutinitas yang sering terjadi disetiap tahunnya yaitu  ketika musim kemarau  tiba  dimana kekeringan sering terjadi pada musim tersebut dan hal tersebut cukup berdampak pada pemenuhan  kebutuhan masyarakat yang berupa penggunaan air bersih yang sedikit, hingga menghambat aktifitas masyarakat seperti dalam proses bercocok tanam dan kebutuhan sehari-hari.

PENDIDIKAN DAN KESEHATAN

Pendidikan yang ada di desa tambin bisa dikatakan cukup maju, dimana hal tersebut dapat di lihat dari adanya beberapa lembaga pendidikan yang tersedia di desa tersebut dari sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA). Serta adanya beberapa pemuda yang melanjutkan ke perguruan tinggi. Selain hal diatas banyak juga warga yang mampu berbahasa nasional dan bisa membaca, dalam hal pendidikan desa Tambin dapat dikatakan banyak mengalami perubahan dari segi pendidikan dimana kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan sudah mulai terbuka. Adapun sarana kesehatan masyarakat di desa tersebut bisa dikatakan kurang kerena sarana dan prasaran kesehatan yang ada di desa tersebut bisa dikatakan tidak ada karena sarana kesehatan seperti puskesmas dan lain sebagainya masih kurang bahkan hampir tidak ada.

SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT

Budaya merupakan bagian hasil karya cipta yang sudah mengakar kuat di dalam kehidupam masyarakat sehingga sulit dihilangkan, dimana keadaan sosial masyarakat Tambin masih sangat kental rasa kekeluargaan yang (solidaritas mikanik) sangat terjaga dengan kuat. dan masih menganut sistem budaya nenek moyang terdahulu hal tersebut dapat dilihat dari bagaimana masyarakat berintekrasi denga masyarakat lainnya, dalam hal budaya masyarakat tambin masih mempertahankan peninggalan-peninggalan atau kebiasaan nenek moyong kususnya dalam hal pembagunan, dimana struktur rumah yang hampir sana dengan bentuk yang berbeda kula atau dikenal dengan rumah adat.  Di desa Tambin   kepercayaan masyarakat sangat tinggi kususnya suatu yang berbau keagamaan sehingga menghasilakn suatau kebudayaan yang berupa habsi dan muslimahan, budaya habsi sendiri sama halnya dengan banjari diamana suatau hiburan yang berbau agamis misalkan solawatan atau puji-pujian. Begitupun dengan  budaya muslimahan yang sangat dianggap sakral oleh masyarakat karena di dalamnya berisikan nilai-nilai islami.

TEKNOLOGI (ANGKUTAN, KOMUNIKASI, DAN INFORMASI)

Teknologi atau pertukangan memiliki lebih dari satu definisi. Salah satunya adalah pengembangan dan aplikasi dari alat, mesin, material dan proses yang menolong manusia menyelesaikan masalahnya. Sebagai aktivitas manusia, teknologi mulai dikenal sebelum sains dan teknik. Teknologi dibuat atas dasar ilmu pengetahuan dengan tujuan untuk mempermudah pekerjaan manusia, namun jika pada kenyataannya teknologi malah mempersulit, layakkah disebut “Ilmu Pengetahuan”? Kata teknologi sering menggambarkan penemuan dan alat yang menggunakan prinsip dan proses penemuan saintifik yang baru ditemukan. Meskipun demikian, penemuan yang sangat lama seperti roda juga disebut sebuah teknologi.
Definisi lainnya (digunakan dalam ekonomi) adalah teknologi dilihat dari status pengetahuan kita yang sekarang dalam bagaimana menggabungkan sumber daya untuk memproduksi produk yang diinginkan (dan pengetahuan kita tentang apa yang bisa diproduksi). Oleh karena itu, kita dapat melihat perubahan teknologi pada saat pengetahuan teknik kita meningkat.
Di Desa Tambin sendiri, beberapa kelompok rumah tangga dapat dikatakan tergolong “melek” teknologi. Bagaimana tidak, jika setiap rumah memiliki minimal 1 smartphone canggih lengkap dengan paket internet yang lancar sinyal. Selain itu, jika ditilik lebih dekat lagi, penggunaan smartphone tidak hanya berlaku untuk orang dewasa saja, namun anak SD-pun sudah mengerti bagaimana bermain internet. Misalnya, facebook, youtube, blog, dan instagram. Dengan keadaan yang demikian, Desa Tambin merupakan desa yang dekat dengan jangkauan teknologi secara universal.
Aplikasi teknologi informasi dan komunikasi untuk membantu mengelola kegiatan informasi pemerintahan desa, memberi peluang baru untuk melayani masyarakat dengan cepat, akurat, relevan dan tepat waktu. Selain masyarakat diuntungkan dengan layanan cepat dan terbuka, pemerintah pusat juga diuntungkan dengan naiknya pendapatan asli daerah. Karena begitu cepatnya akses pusat tentang potensi-potensi daerah yang bisa di kembangkan dan kami sebagai putra-putri bangsa merasa ikut bertanggung jawab tentang perkembangan Desa Tambin ke depan, sebagai wujud sumbangsih dari anak negeri.
Dalam peradaban manusia, teknologi sudah banyak membantu kehidupan manusia hingga detik ini. Masih ingat bagaimana manusia purba yang hidup ratusan tahun yang lalu dalam menggunakan kapak yang terbuat dari pecahan batu saat hendak memotong atau megupas sesuatu. Seiring dengan perjalanan waktu dan perkembangan zaman, teknologi dikembangkan untuk membuat hidup lebih baik, efisien, dan mudah. Penggunaan pecahan batu mulai ditinggalkan yang kemudian mulai tergantikan dengan potongan besi/baja atau sekarang kita sebut dengan pisau. Singkat kata, teknologi merupakan upaya manusia dalam membuat kehidupannya menjadi lebih sejahtera, lebih baik, lebih mudah, lebih enak dan seribu 'lebih' lainnya.
Tak bisa dihindari, manusia selalu hidup bersama teknologi. Sudah jutaan manusia yang hidupnya terbantu oleh kemajuan teknologi. Tidak hanya masyarakat yang hidup diperkotaan, masyarakat yang mendiami daerah-daerah terpencil pun kini sudah merasakan kemajuan teknologi. Bagaimana para petani yang biasanya membajak sawah menggunakan kerbau, kini mulai beralih menggunakan alat membajak dengan menggunakan mesin. Para nelayan tidak lagi melaut hanya mengandalkan tiupan angin. Mereka sudah mulai menggunakan mesin motor untuk melaut. Dengan adanya teknologi, sudah tak terhitung berapa orang warga desa yang terbantu hidupnya. Dalam bekerja, mereka semakin lebih Smudah.
Hadirnya teknologi di desa, secara tidak langsung meningkatkan kemampuan produksi, memberikan nilai tambah pada komoditas lokal unggulan (local content), menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Tidak hanya itu saja, teknologi menciptakan kelompok-kelompok usaha mandiri yang berkemampuan dalam kegiatan ekonomi produktif. Teknologi membuat desa semakin maju.
Secara umum, teknologi yang berkembang di Desa Tambin sudah mencakup banyak hal, diantaranya meliputi angkutan bermotor, sarana komunikasi dan sarana informasi. Angkutan bermotor yang terdapat di Desa Tambin diantaranya; truk dengan jumlah sebanyak 2 kendaraan, sedan/jeep dengan jumlah sebanyak 7 kendaraan, colt/ pick-up dengan jumlah sebanyak 19 kendaraan dan sepeda motor dengan jumlah sebanyak 41 kendaraan.

PENGOLAHAN LAHAN

Lahan merupakan suatu daerah dipermukaan bumi dengan sifat-sifat tertentu yang meliputi biosfer, atmosfer, tanah, lapisan geologi, hidrologi, populasi tanaman dan hewan serta hasil kegiatan manusia masa lalu dan sekarang, sampai pada tingkat tertentu dengan sifat-sifat tersebut mempunyai pengaruh yang berarti terhadap fungsi lahan oleh manusia pada masa sekarang dan masa yang akan datang.
Pengolahan lahan merupakan suatu proses mengubah sifat tanah dengan mempergunakan alat pertanian sedemikian rupa sehingga dapat diperoleh lahan pertanian yang sesuai dengan kebutuhan yang dikehendaki manusia dan sesuai untuk pertumbuhan tanaman.
Di desa tambin sendiri dalam mengelola lahan masih tergolong manual diaman dalam membajak sawah mereka menggunakan tenaga hewan yang berupa sapi serta tenaga manusia yang berbasi upah (buruh), sehingga tidak heran pengulahan lahan di desa tersebut kurang maksismal dan banyaknya lahan yang kosong yang hanya di biarkan begitu saja (tidak digarap).Desa Tambin memiliki luas lahan rata-rata 190,64 Ha dengan pemanfaatan lahan pertanian denga menghasilkan  tanaman jagung, labu, kacang tanah dan singkong dan masih banyak tanaman lainnya. Pengolahan lahan di desa Tambin di sesuaikan dengan keadaan musin jika musim penghujan masyarakat banyak bercocok tanam kacang, jagung, dan lain sebagainya namun ketika musim kemarau masyakat lebih memilih tidak bercocok tanan karena tiadak air untuk menunjangnya. Dalam proses pengolahan lahan masyarakat Tambin menggunakan alat manual misalakan dalam bercocok tanam menggunakan tenaga hewan dan manusia.

Napak Tilas Desa Tambin


Pulau Madura merupakan bagian dari indonesia dimana di dalamnya terdiri dari emapat kabupaten diantaranya sumenep, pamekasan, sampang dan bangkalan. Kabupaten Bangkalan sendiri merupaka kabupaten yang terletak di paling ujung barat dan merupakan  perbatasan antara pulau madura dan Surabaya yang di pisahkan oleh laut/pelabuhan (tanjung perak),  di kabupaten Bangkalan juga terdapat beberapa kecamatan salah satunya adalah kecamatan Tragah yang didalamnya terdapat suatu desa yang bernama desa Tambin. Desa tambin sendiri memiliki empat dusun diantaranya bheksomar, dhelemman, laok perreng dan patembuk dengan visi dan misi sebagai berikut.
Visi
Mewujudkan desa yang aman, mandiri dan relegius untuk mencapai kehidupan masyarakat yang kreatif, sejahtera baik dalam hal kualitas pembangunan desa dalam segala segala bidang.
Misi
1. Menyelenggarakan pemerintahan yang baik
2. Meningkatkan pembangunan infrastruktur desa dan sumberdaya manusia guna terciptanya pemerintah desa yang optimal
3. Meningkatkan pembangunan perekonomian masyakat desa
4. Menciptakan rasa aman dan tentram dalam suasana kehidupan masyarakat desa yang demokrasi dan agamis
5. Meningkatkan pembangunan di bidang ilmu pengetahuan untuk mendorong tingkat kualitas SDM masyarakat desa.

Dari visi dan misi diatas memiliki tujuan sebagai berikut:
1. Meningkatkan pelayanan kepada masyakat efektif dan efesien
2. Memberikan pelayanan yang baik bersih dari korupsi, kolusi dan nipotisme (KKN)
3. Ingin menciptakan pelatihan dalam meningkatkan kapasitas aparatur desa
4. Memudahkan sarana dan prasarana dalam mengembangkan pertanian
5. Meningkatkan pembangunan dan pemeliharaan sarana dan prasarana dalam bidang pemerintahan
6. Meningkatkan akses roda perekonomian desa
7. Meningkatkan kualitas SDM dan SDA
8. Meningkatakan daya kelola sumberdaya alam (SDA) untuk terciptanya pemerataan perekonomian masyarakat desa
9. Mengembangkan potensi sumberdaya manusia (SDM) agar mampu menciptakan lapangan kerja masyarakat desa
10. Meningkatkan kapasitas dan kinerja linmas desa
11. Meningkatkan sarana dan prasarana keamanan
12. Meningkatkan taraf pendidikan masyarakat
13. Meningkatakan partisipasi masyarakat dalam kegiatan seni budaya dan olah raga.

Adapun sasaran dari visi dan misi dari desa Tambin tersebut adalah masyarakat desa Tambin:
1. Dengan melaksanakan kegiatan peningktan kapasitas pengrajin dan usaha mikro dan kecil
2. Terselenggaranya kegiatan linmas desa
3. Tersedianya tunjangan kinerja linmas desa
4. Tersedianya sarana dan prasarana pos kamling
5. Meningkatakan saran dan prasarana pendidikan
6. Meningkatkan bantuan beasiswa untuk masyarakat yang tidak mampu
7. Tersedianya sarana dan prasaran kesenian dan olahraga
8. Adanya sarana pelayanan masyarakat multi bidang
9. Tidak adanya praktik konfensional dalam pelayanan pemerintahan desa
10. Adanya sarana pelatihan peningkatan kapasitas dan elektibitas aparatur desa
11. Terciptanya lapangan kerja masyarakat desa
12. Minimnya angka tenaga pengangguran desa
13. Minimnya masyarakat desa untuk melakukan urbanisasi
14. Meningkatkan produksi kerajinan tangan dan home industri
15. Menciptakan sentra kerajinan dan home industri
16. Meningkatkan peran aktif pemuda dalam kegiatan gotong royong desa
17. Meningkatkan refitalitas organisasi kepemudaan
18. Meningkatkan penguasaan teknologi dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan kreatifitas pemuda.

Desa Tambin memiliki jumlah penduduk 2.777 dengan jumlah 364 kepala rumah tangga. Dimana mata pencaharian masyarakat Tambin adalah bertani atau bercocok tanam, namun tidak sedikit pula masyarakat yang merantau ke luar kota. Hal tersebut dikarenakan kurangnya sumber mata air di desa tersebut dan kurangnya minat masyarakat dalam bertani.

SEJARAH DESA TAMBIN


Desa Tambin merupakan desa yang terletak di timur laut Bangkalan yang berdekatan dengan Suramadu. Sama seperti desa - desa yang lain, Desa Tambin juga memiliki sejarah dan kebudayaan yang sudah tertanam kuat di dalam Masyarakat. Seperti desa - desa lainnya dimana setiap desa atau daerah memiliki sejarah yang mencerminkan karakter dan ciri khas dari daerah tersebut. Sejarah desa biasanya sering tertuang dalam dogeng yang diceritakan dari mulut ke mulut secara turun temurun. Tidak jarang sebuah sejarah sering pula dikaitkan dengan mitos - mitos di tempat - tempat tertentu yang dianggap keramat. Dalam hal ini, Desa Tambin juga memiliki sejarah yang tidak jauh dari mitos yang berkembang dan diceritakan secara turun - temurun namun sulit dibuktikan faktanya. Tidak banyak Masyarakat yang mengetahui asal mula pemberian nama desa Tambin namun beberapa cerita Masyarakat (Tokoh Masyarakat), kata Tambin bersasal dari kata Tamben yang artinya jauh. Dimana awal mula kata Tamben dicetuskan oleh raja dari Bangkalan yang bernama raden Sultan Abdul Qodir yang pada saat itu berkujung ke daerah tersebut (Tragah). Di setiap dusun di Desa Tambin memiliki sejarah masing - masing diantaranya :
     a. Dusun Laok Perreng
        Dikatakan Laok Perreng dikarenakan lokasi tersebut berasa di area yang banyak di tumbuhi
        pohon pereng (Pohon Bambu).
    b. Dusun Bha'somar
         Dikatakan dusun Bha'somar dikarenakan di daerah tersebut banyak di tumbuhi rebbhe somar

         (rumput somar) yang saat ini sudah jarang di jumpai di tempat tersebut.
    c.  Dusun Potembhuk
         Dikatakan dusun Potembhuk karena awal mulanya tempat tersebut di tembhuk (timbun) tanah
         untuk di jadikan tempat permukiman.
    d.  Dusun Dhelemman
         Dikatakan dusun dhelemman dikarenakan daerah tersebut tempat persinggahan raja Bangkalan
         (Sultan Abdul Qodir).

Berdasarkan data BPS Tahun 2016 Desa Tambin memiliki jumlah penduduk yang cukup tinggi dengan jumlah Kepala Rumah Tangga mencapai 365 kepala dan Penduduk mencapai 2.777 penduduk. Dengan matapencaharian sebagai buruh tani, petani dan merantau ke luar kota, namun ada pula yang berprofesi sebagai guru dan lain sebagainnya, Masyarakat Tambin sendiri jarang melakukan migrasi secara tetap, banyak dari mereka pergi keluarkota hanya mencari pekerjaan (tidak menetap) sehingga keadaan penduduk berkurang jumlahnya namun masih berstatuskan sebagai warga Desa Tambin, dan apabila hari raya tiba seluruh keadaan di desa Tambin dapat di katakan lengkap karena masyarakat yang merantau pulang ke kampung halaman.