Sabtu, 12 Agustus 2017

Mengenal Ekonomi Desa Tambin

Salah satu sasaran yang yang hendak dicapai oleh setiap negara adalah menyejahterakan rakyat kususnya dalam pertumbuhan ekonomi, begitu pula dengan tujuan pembangunan nasional negara kita. Hal ini berarti bahwa pembangunan ekonomi diarahkan pendabagunaan sumber daya alam dan sumber daya manusia sehingga menghasilkan produksi yang dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat. Dengan meggunakan cara dan pola yang tepat dalam kegiatan ekonomi tentunya akan lebih mempermudah rakyat untuk mencapai suatu titik kesejahteraan. Pola-pola dan pengetahuan ekonomi rakyat muncul bersamaan dengan pengalaman seseorang dalam berkegiatan ekonomi yang tanpa didasari pengetahuan secara akademik mengenai ilmu ekonomi.
Pembangunan ekonomi pedesaan tidaklah akan terlepas dari masalah dengan cara mereka bercocok tanam, ketenagakerjaan, dan pendapatan petani. Apalagi sama kita ketahui bahwasanya perekonomian masyarakat pedesaan masih mengandalkan sektor pertanian. Sudahlah pasti tanah atau lahan sangat penting bagi masyarakat dalam menjalankan roda perekonomiannya. Lalu selanjutnya bagaimana dengan masyarakat desa yang tidak memiliki lahan? Apakah dia tidak bisa menjalankan pertanian dan tidak berpenghasilan? Tentunya tidak seperti itu, biasanya masyarakat pedesaan yang tidak memiliki lahan untuk pertanian sebagian besar diantaranya masih bekerja di sektor pertanian juga, namun sebatas buruh tani atau bekerja di lahan milik orang lain. Lalu bagaimana sebagian lainnya yang tidak berkerja di sektor pertanian? Dalam mencukupi kebutuhan ekonomi masyarakat pedesaan ada yang bekerja di sektor perdagangan, dan lain-lain.
Semakin tinggi pendidikan bagi anak muda pedesaan maka semakin berkuranglah yang bekerja di sektor pertanian. Hal ini dikarenakan bahwa sebagian besar para pemuda desa yang telah menyelesaikan pendidikannya enggan unruk bekerja di sektor pertanian. Mereka lebih memilih untuk bekerja di luar sektor pertanian di desa ataupun para pemuda desa tersebut memilih mengadu nasibnya ke kota-kota besar. Sumber daya ketenagakerjaan yang menyebar ini bisa saja tidak terjadi apabila di desa asal mereka terdapat wadah pekerjaan yang memadai untuk menampung semua potensi tenaga kerja. Bagi mereka yang orang tuanya memilik lahan yang luas, maka kemungkinan terbesar adalah anak-anaknya tidask mungkin pergi ke kota-kota besar untuk sekedar mencari penghidupan lain di luar sektor pertanian, dia hanya tinggal mengolah dan meneruskan lahan atau tanah yang dimiliki orang tuanya. Memang sungguh sangat berbeda dengan pemuda yang orang tuanya tidak memiliki lahan yang luas. Sungguh dilematis memang bila melihat penguasaan tanah di pedesaan yang sangat bertimpang dalam kepemilikan lahan pertanian. Lahan di suatu desa biasanya di kuasai oleh sebagian kelompok saja bahkan di kuasai oleh suatu keluarga secara turun-temurun.
Desa Tambin sendiri memiliki tingkat perekonomian yang tergolong menengah ke bawah, karena rata-rata mata pencaharian masyarakatnya adalah sebagai petani. Selain itu, sebagian besar pemuda Tambin juga lebih memilih untuk bekerja di luar kota karena enggan untuk mengolah lahan pertanian.

0 komentar:

Posting Komentar