Sabtu, 12 Agustus 2017

SEJARAH DESA TAMBIN


Desa Tambin merupakan desa yang terletak di timur laut Bangkalan yang berdekatan dengan Suramadu. Sama seperti desa - desa yang lain, Desa Tambin juga memiliki sejarah dan kebudayaan yang sudah tertanam kuat di dalam Masyarakat. Seperti desa - desa lainnya dimana setiap desa atau daerah memiliki sejarah yang mencerminkan karakter dan ciri khas dari daerah tersebut. Sejarah desa biasanya sering tertuang dalam dogeng yang diceritakan dari mulut ke mulut secara turun temurun. Tidak jarang sebuah sejarah sering pula dikaitkan dengan mitos - mitos di tempat - tempat tertentu yang dianggap keramat. Dalam hal ini, Desa Tambin juga memiliki sejarah yang tidak jauh dari mitos yang berkembang dan diceritakan secara turun - temurun namun sulit dibuktikan faktanya. Tidak banyak Masyarakat yang mengetahui asal mula pemberian nama desa Tambin namun beberapa cerita Masyarakat (Tokoh Masyarakat), kata Tambin bersasal dari kata Tamben yang artinya jauh. Dimana awal mula kata Tamben dicetuskan oleh raja dari Bangkalan yang bernama raden Sultan Abdul Qodir yang pada saat itu berkujung ke daerah tersebut (Tragah). Di setiap dusun di Desa Tambin memiliki sejarah masing - masing diantaranya :
     a. Dusun Laok Perreng
        Dikatakan Laok Perreng dikarenakan lokasi tersebut berasa di area yang banyak di tumbuhi
        pohon pereng (Pohon Bambu).
    b. Dusun Bha'somar
         Dikatakan dusun Bha'somar dikarenakan di daerah tersebut banyak di tumbuhi rebbhe somar

         (rumput somar) yang saat ini sudah jarang di jumpai di tempat tersebut.
    c.  Dusun Potembhuk
         Dikatakan dusun Potembhuk karena awal mulanya tempat tersebut di tembhuk (timbun) tanah
         untuk di jadikan tempat permukiman.
    d.  Dusun Dhelemman
         Dikatakan dusun dhelemman dikarenakan daerah tersebut tempat persinggahan raja Bangkalan
         (Sultan Abdul Qodir).

Berdasarkan data BPS Tahun 2016 Desa Tambin memiliki jumlah penduduk yang cukup tinggi dengan jumlah Kepala Rumah Tangga mencapai 365 kepala dan Penduduk mencapai 2.777 penduduk. Dengan matapencaharian sebagai buruh tani, petani dan merantau ke luar kota, namun ada pula yang berprofesi sebagai guru dan lain sebagainnya, Masyarakat Tambin sendiri jarang melakukan migrasi secara tetap, banyak dari mereka pergi keluarkota hanya mencari pekerjaan (tidak menetap) sehingga keadaan penduduk berkurang jumlahnya namun masih berstatuskan sebagai warga Desa Tambin, dan apabila hari raya tiba seluruh keadaan di desa Tambin dapat di katakan lengkap karena masyarakat yang merantau pulang ke kampung halaman.

0 komentar:

Posting Komentar